Category Archives: Uncategorized

Bisnis Bangsa Arab Kuno

berbicara sejarah ummat manusia tidak akan terlepas dari pembicaraan tentang suku bangsa tertua dimuka bumi yaitu bangsa arab, sejarah kaum terdahulu dalam sepak terjang mereka menjadi kisah yang seperti tak habisnya dikupas baik dari sisi positif maupun negatif, termasuk dalam hal bisnis bangsa Arab juga memiliki sejarah yang sangat menarik, saat ini kita akan berbicara tentang bisnis bangsa Arab kuno.

Pada masa Arab kuno ini kaum yang terkenal adalah kaum Magan, Kaum ‘Ad, Kaum Tsamud, Minea, Saba, Hadramaut, Awsan, Qataban, Himyar, Aksum, Nabasia, Tadmur (Palmyra), Gassan, Lakhmi dan Kaum Kindah

Bisnis Kaum Magan Bisnis utama adalah Mineral tembaga dan Diorit (sejenis batuan yang pada waktu itu sangat berharga)

Bisnis Kaum ‘Ad adalah perdagangan Kemenyan (frankincense) yang pada waktu itu merupakan produk berharga mahal

Bisnis Kaum Tsamud adalah perdagangan barang pecah belah (tembikar) unik dengan kualitas dan seni yang sangat tinggi, selain produk utama juga jual beli produk kemenyan, myrrh, dan rempah-rempah dari arab selatan

Bisnis Kaum Minea adalah jasa gudang penyimpanan dan Jasa transit (penghubung), produk utama perdagangan kaum ini adalah rempah-rempah,myrrh dan kemenyan.

Bisnis Kaum Saba komoditas utamanya adalah cendana, gaharu, rempah-rempah dan tumbuhan beraroma untuk penyedap masakan.

Bisnis Kaum Hadramaut adalah Kurma, ikam, tawas, altamun, kemenyan, barang tenunan dan perak

Bisnis Kaum Awsan adalah produk pertanian terutama kemenyan dan myrrh

Bisnis Kaum Qataban adalah Kemenyan (kemenyan pada masa itu lebih berharga dari emas) dan myrrh juga

Bisnis Kaum Himyar juga kemenyan dan myrrh sebagai komoditas utamanya

Bisnis Kaum Aksum produk utamanya adalah gading, tempurung kura-kura, emas dan jamrud

Bisnis Kaum Nabasia adalah jasa keuangan, bitumen, peternakan kuda, biri-biri, tembikar, tembaga

Bisnis Kaum Palmyra adalah sumber mineral serta jasa perdagangan

Bisnis Kaum Gassan adalah jasa perdagangan

Bisnis Kaum lakhmi adalah rempah-rempah dan jasa Perdagangan

Bisnis Kaum Kindah juga Jasa perdagangan

Hampir seluruh suku bangsa Arab meraih kemakmuran ekonomi penduduknya melalui bisnis perdagangan baik berupa jasa maupun barang, namun diantara mereka ada beberapa kaum yang Allah abadikan dalam Alquran karena keberpalingan diantaranya kau ‘Ad, Tsamud, Saba Allah Swt yang menghancurkan mereka karena aktifitas bisnis mereka malah semakin berbuat kedurhakaan.

Ini menjadi pelajaran penting untuk pengusaha saat ini, bahwa jangan sampai aktifitas bisnis melalaikan dan melupakan kita kepada sang Pencipta Allah Swt. seharusnya aktifitas bisnis sebagai salah satu wasilah (jalan) agar kita mampu mengemban amanah sebagai khalifah Allah dimuka bumi

(alfaqir Ibnu Sya’ban )

Krisis Keteladanan Ummat Islam

syeikh ahmad attijani contoh teladan terbaik

syeikh ahmad attijani contoh teladan terbaik

Sesungguhnya krisis terbesar dunia Islam saat ini adalah krisis keteladanan. Krisis ini jauh lebih hebat dan lebih dahsyat dari krisis energi yang menimpa hampir seluruh negara Islam atau yang berpenduduk Islam di dunia saaat ini,krisis keteladanan ini jauh lebih dahsyat dari krisis kesehatan, krisis pangan, krisis transportasi, krisis air, krisis hukum, krisis bencana. karena dengan absennya pemimpin yang visioner, kompeten, dan memiliki integritas yang tinggi maka masalah air, konservasi hutan, kesehatan, hukum, pendidikan, dan transportasi akan semakin parah. Apa yang menjadi akibatnya, semakin hari biaya pelayanan kesehatan semakin sulit terjangkau, manajemen transportasi semakin amburadul,pendidikan semakin kehilangan orientasi akhlak mulianya, sungai, laut dan air tanah semakin tercemar, permasalahan sampah yang menumpuk bau busuk terjadi dimana-mana.

Segala krisis tersebut diatas akan teratasi dengan asbab keteladanan dari kepemimpinan yang menjalar merasuk relung hati rakyatnya, sehingga rakyat rela berdesak-desakan menunggu instruksi pemimpin teladan mereka.

Dari gambaran kondisi tersebut sangatlah jelas, bangsa muslim dan ummat Islam ini membutuhkan suri tauladan yang layak untuk ditiru dan sanggup membawa setiap insan muslim lebih maju dan lebih bermartabat. Negeri muslim membutuhkan teladan hampir dalam semua spektrum kehidupan. Anak muda dan remaja membutuhkan satu sosok yang tangguh dan bermotivasi tinggi untuk menghadapi segala tantangan, kesulitan hidup dan banyaknya rintangan untuk berkembang. Rumah tangga membutuhkan figur suami dan ayah teladan yang penuh perhatian terhadap istri dan anak-anaknya. Dunia usaha juga kini memerlukan contoh entrepreneur (pebisnis) yang dapat sukses tanpa harus bertumpu pada modal dan uang, namun bisa bertumpu pada kompetensi dan kepercayaan (trust). Dunia pendidikan membutuhkan figur pendidik yang mengayomi dan memperlakukan siswa sebagai jiwa yang tumbuh dan perlu diperhatikan dari waktu ke awaktu, karena sejatinya pendidikan merupakan proses transformasi nilai dan budi pekerti bukan sekedar transmisi informasi dan data belaka, dalam bidang sosial diperlukan seorang teladan yang mampu merajut titik-titik temu dari berbagai elemen masyarakat yang heterogen baik dari sisi ideologi, kultur dan tradisinya, dalam dunia politik kita memerlukan teladan kepemimpinan dari pejabat yang rela lapar ketika melihat rakyatnya lapar, pejabat yang punya kredibilitas, kapasitas, dan visi yang memajukan negerinya

dimanakah keteladanan itu?????

tak perlu jauh melihat kesamping, kedepan atau kebelakang.

lihatlah diri anda, andalah saat ini tauladannya, andalah suri tauladannya dari seluruh aspek sandingkanlah diri anda dengan pemilik tauladan sempurna sang baginda Nabi, dan tak perlu berkecil hati, jika tak bisa seluruhnya meniru Baginda Nabi Saw maka ada titik celah walau sebesar atom, masih ada peluang untuk menjadi teladan. Hari ini kita tak perlu marah pada dunia Islam, marahlah pada diri anda, pecut diri anda, latih terus diri anda, semoga dengan usaha yang maksimal kita semua mampu menjadi tauladan setidaknya bagi orang-orang sekitar kita.

Allohumaahsyurna fii zumroti abi faidh tijani

(Alfaqir Ibnu Sya’ban)

Pilihan aktifitas ekonomi pesantren

Dari kurang lebih 14000 pesantren yang ada diseluruh Indonesia, dalam pilihan aktifitas bisnis, ditentukan oleh kemampuan pengelola pesantren dalam membaca, mendefinisikan, memanfaatkan dan mengorganisasikan resources baik internal maupun eksternal

Adapun jenis-jenis usaha yang dikembangkan oleh pesantren tersebut sebagian besar terbagi kedalam empat kategori kelompok besar yaitu:

1. Agribisnis ( pertanian, perikanan, perkebunan)
2. Jasa (KBIH, BMT, Koperasi, Lazis, Percetakan)
3. Perdagangan (ritel, pertokoan, agen penjualan)
4. Industri (konveksi, air mineral, meubeuleir)

dari keempat kelompok tersebut diatas, dari sisi pembagian usaha, masih termasuk kedalam UMKM belum menyentuh usaha besar dengan modal yang sangat besar.

Namun saat ini kesadaran para pengasuh pondok pesantren terhadap aktifitas ekonomi sudah mulai mengeliat, mudah-mudahan kedepan Pesantren menjadi lembaga pencetak kader ulama, entrepreuneur dan mujahid agama sebagai cikal bakal sejarah kebangkitan Bangsa Indonesia

(Alfaqir Ibnu Sya’ban)

PESANTREN DAN PRODUKTIFITAS

Pondok pesantren dengan segala harapan dan predikat yang dilekatkan padanya, sesungguhnya berujung pada tiga fungsi utama, yaitu: pertama, sebagai pusat pengkaderan pemikir-pemikir agama (Center of Excellence). Kedua, sebagai lembaga yang mencetak sumber daya manusia (human Resources). Ketiga, sebagai lembaga yang mempunyai kekuatan melakukan pemberdayaan pada masyarakat (Agen of development. manajemen pesantren (suhartini:2009)

Dalam era persaingan bebas dewasa ini, pembangunan kompetensi dan kapasitas santri adalah suatu keharusan. Untuk dapat bersaing secara kompetitif dalam dunia global, pondok pesantren dituntut mampu melahirkan produk dan alumni yang mempunyai kompetensi dan produktif dalam tiga hal. Pertama: Kompeten dan produktif secara spiritual. Kedua, kompeten dan produktif secara social. Ketiga alumni pesantren harus kompeten dan produktif secara ekonomi ( Harjito, dkk :2008)

Namun dari kurang lebih 14000 pesantren yang ada di Indonesia menjadi sebuah masalah tersendiri, ketika belum adanya protype pesantren yang syumuliyah mencakup seluruh aspek, pesantren yang ada saat ini hasil pengamatan penulis masih menjadi bagian kecil dari kebesaran dan kehebatan dakwah Islam, setiap pesantren memiliki corak dan kekhasan tersendiri, adanya pesantren salafiyah (tradisional) yang mempertahankan warisan budaya sejarah Islam berabad-abad lampau tanpa mengikuti arus perubahan zaman yang berubah dengan cepat, juga ada pesantren modern yang adaptif terhadap perubahan suasana dan kondisi yang terjadi disekitarnya. Ada pula pesantren yang hanya menggeluti satu fan (bidang, contoh: pesantren fiqh, pesantren alat (nahwu shorof), pesantren tahfidz, pesantren alquran dan lain sebagainya yang masih terpisah belum pada satu wilayah dan satu nama pesantren.

Namun ditengah kondisi seperti itu pesantren selama ratusan tahun masih eksis bahkan mengalami kemajuan yang cukup pesat dari sisi fasilitas dan kuantitas ( dalam beberapa hal mengalami penurunan kualitas), kemampuan pondok pesantren dalam beradaptasi terhadap situasi yang terjadi, kearifan yang dimiliki oleh pengasuh pondok, wawasan dan pergaulan yang luas menjadikan pesantren sebagai asset besar bangsa Indonesia yang harus diperhatikan, diberikan pembinaan dan dikembangkan
Belajar dari Negara jepang dan Negara Korea Selatan yang mampu berkembang secara cepat dari sisi fasilitas kehidupan dunia dikarenakan karena jumlah waktu produktif Negara itu lebih banyak dibanding Indonesia. namun dari sisi spiritualitas terjadi disparitas yang sangat jauh, hal ini jelas menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masa depan keturunan mereka dimana saat ini banyak diantara penduduk disana ketika dihadapkan pada sebuah masalah yang berat mereka mengambil jalan bunuh diri.
Bangsa Indonesia saat ini sepertinya tidak mungkin mampu mengejar ketertinggalan dengan Korea Selatan, apabila dilihat dari waktu produktif yang ada baik didunia pendidikan maupun didunia bisnis, berbeda dengan dunia aktifitas pesantren yang dirancang seluruh aktifitas keseharian mereka yang apabila penulis rata-ratakan waktu produktif mereka bisa lebih dari 15 jam melebihi angka produktifitas Negara korea Selatan yang rata-rata waktu produktifnya 14 jam.

Walaupun penulis belum melakukan penelitian secara lebih mendalam terhadap sampel pesantren besar di Indonesia dalam hal produktifitas, namun pengalaman penulis di beberapa pesantren jawa barat, waktu dipesantren itu sangat produktif, jarang ada waktu santai dan berleha-leha. Dengan input yang terbatas dari sisi intelektual dan financial namun mampu menghasilkan produk manusia yang banyak menjadi leader atau pemimpin dimasyarakatnya.

Pesantren Alfalah biru sebagai salah satu pesantren tertua di Indonesia sedang dalam tahap membangun kembali produktifitas yang sangat tinggi baik dalam hal mencetak Ulama pemikir agama, pelanjut estafeta perjuangan (dai), teknokrat yang membuat produk bermanfaat bagi masyarakat, serta pengusaha yang membangun kemandirian bangsa maupun pekerja yang berdedikasi tinggi bagi perusahaan.

Selamat berjuang untuk keselamatan dan kesejahteraan bangsa Indonesia tercinta.
(Alfaqir Ibnu Sya’ban)