Kumpulan Artikel

Sejarah

Sejarah Pondok Pesantren Al-Falah Biru
I. Sejarah Berdirinya Pesantren Biru dan Al-Falah
Pondok Pesantren Al-Falah Biru adalah generasi penerus pertama Pesantren Biru, sehingga terkenal di kalangan masyarakat Islam adalah Pesantren Biru atau Biru. Biru didirikan tahun 1749 oleh Embah Pengulu (Embah Kyai Akmaluddin) penghulu Timbanganten/Garut dan menantunya Raden Kyai Fakaruddin keturunan ke-11 dari Sunan Gunung Djati (Syaikh Syarif Hidayatulloh, Raja Cirebon) dan keturunan ke-11 dari Prabu Siliwangi (Raja Pajajaran).
Kampung Biru merupakan daerah yang bersejarah baik di kalangan Islam maupun Nasional, sebab menghasilkan banyak sejarah dan peran yang penting dari sebelum masa penjajahan Belanda sampai kemerdekaan Presiden Soekarno, serta Biru merupakan pedoman sejarah keturunan (silsilah), ke-ulamaan dan ke-radenan di daerah Garut.
Ulama yang memimpin dan mengelola Pesantren Biru adalah:
1. Embah Kyai Akmaluddin dan Embah Kyai Fakkaruddin
2. Embah Ajengan Abdulrosyid
3. Embah Kyai Irvan
4. Embah Kyai Abu Qo’im
5. Raden Bagus K.H. Muhammad Ro’ie (Ama Biru).
Dari generasi kepemimpinan pertama sampai terakhir Pesantren Biru mengalami masa kejayaan yang subur makmur kerta raharja (Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofuur) serta terkenal di pulau jawa dan diluar jawa, oleh karena itu maka kampung Biru mngalami harkat martabat kebesaran dan kemuliaan di kalangan Nasional, serta di hargai oleh masyarakat dan pemerintah Belanda, sehingga pada masa pimpinan Embah Ajengan Abdulrosyid Biru dimerdekakan oleh kaum Penjajah Belanda dan sampai pada generasi kelima Biru sebagai pusat Agama Islam di daerah Garut.
Setelah masa Raden Bagus K.H. Muhammad Ro’ie berakhir, maka Pesantren Biru di pindahkan ke kampung Thoriq Kolot kemudian dirubah nama menjadi “Al-Falah” yang dipimpin oleh putranya yang bernama Raden KH. Asnawi Muhammad Faqieh (Bani-Faqieh) dan cucunya Syaikhuna Badruzzaman. Pada masa ini Pesantren Al-Falah Biru mengalami banyak rintangan baik dari penjajah, Umat Islam ataupun pengaruh para politikus di Indonesia.
Ulama yang memimpin dan mengelola Pesantren Al-Falah Biru adalah:
Raden KH. Asnawi Muhammad Faqieh
Syaikhuna Badruzzaman
R. KH. Bahruddin
Pada tahun 1933-1938 M. Raden KH. Asnawi Muhammad Faqieh dan putranya Syaikhuna Badruzzaman mengungsi dari kampung Al-Falah, untuk menyebarkan agama Islam di daerah Kab. Tasik yaitu Taraju/Indularang yang masih menganut agama Hindu yang kebetulan di daerah Garut sedang terjadi fitnah “Perintah Suntik” dari penjajah Belanda. Sepulang dari pengungsian pengajian dibuka lagi, pada waktu itu Pesantren Al-Falah Biru mempunyai puluhan ribu murid bahkan pada pada masa penjajahan Jepang berjumlah ratusan ribu murid sehingga Jepang menyebutnya “Maha Raja” kepada KH Faqieh yang dibantu oleh putranya Syaikhuna Badruzzaman, karena Jepang melihat kehebatan pengaruhnya melebihi yang lainnya.
II. P o l i t i k
Perpolitikan di kampung Biru telah tercatat sejak tahun 1914, yang dimulai oleh KH. Muhammad Soleh putra Ama Biru yang ikut bergabung dengan SI (Syarikat Islam) pimpinan H. Oemar Said Cokro Aminoto, pada saat itu Biru berani terang-terangan ingin merdeka, dan mengajak kepada orang lain, menentang dan mengejek pemerintah Belanda dimuka umum yaitu:
1. Melarang mengagungkan dan mendoakan bupati dalam khutbah.
2. Menyalahkan bupati dan berani berkata “caduk” kepada bupati dimuka umum.
3. Mengejek pemerintahan Belanda dimuka umum.
4. Melarang menyembah, sebab pada waktu itu diharuskan manut-manut (menyembah) kepada para menak/ningrat.
Lagu kebangsaanya adalah:
Indones-Indones merdeka-merdeka tanah-ku negriku yang ku cinta 2x
Indones-Indones mulia-mulia hiduplah Islam Indonesia.
Pada periode kepemimpinan Syaikhuna Badruzzaman yaitu tahun 1942 dimasa penjajahan Jepang dan Agresi Belanda II beliau mendirikan pasukan Hizbulloh kemudian Hizbulloh Fisabilillah yang lebih besar lagi untuk mengusir dan melawan penjajah sehingga berhasil mematahkan dan menggempur sebagian di wilayah Garut, Bandung dan Jogya (Madiun), maka pada waktu itu Al-Falah Biru terkenal ditingkat Nasional (terkenalnya “Biru”) baik di dalam ilmu ke-pesantrenan ataupun kegagahan serta keberaniannya dalam berperang dengan penjajah untuk membela umat Islam dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (1942-1949). Maka pada masa kemerdekaan Biru cukup dihormati dan disegani oleh pemerintahan Presiden Soekarno dan masyarakat umum.
III. Mundurnya Pengaruh Biru (Al-Falah Biru)
Mundurnya pengaruh Al-Falah Biru disebabkan adanya politik DI/TII pimpinan Karto Suwiryo yang banyak merugikan Umat Islam yang mengorbankan jutaan jiwa di seluruh Indonesia maka pada tahun 1950 Syaikhuna Badruzzaman mengungsi ke Majenang Jawa Tengah kemudian ke Arab Saudi dengan bantuan Muhammad Natsir tokoh Partai Masyumi dan kembali lagi tahun 1960, kemudian membangun lagi Pesantren Al-Falah Biru sejak itu pesantren tidak ramai seperti sebelum ditinggalkan.
Yang kedua adalah adanya politik Muhammadiyyah memasukkan pengaruhnya kepada Syaikhuna Badruzzaman walaupun pada akhirnya beliau bersikap netral terhadap partai-partai politik yang ada.
Pengaruh kejahatan politik partai komunis (PKI) di Republik Indonesia yang memusuhi umat beragama khususnya agama Islam juga merugikan umat Islam, banyaknya ulama-ulama, kyai-kyai, dan pembela agama Islam yang dibunuh dengan kejam yang tidak berpri-kemanusiaan termasuk Syaikhuna Badruzzaman pun diancamnya akan dibunuh.
Walaupun banyak cobaan dan rintangan dari waktu kewaktu, pengaruh kebesaran Biru masih membekas dimata para murid dan yang menyaksikan dimasa kejayaannya sampai saat ini (tahun 2006 M), seperti semakain banyaknya orang yang mengikuti amalan Thoriqot-Tijaaniyyah yang dahulunya di pimpin oleh Syaikhuna Badruzzaman di tahun 1935 M.
DAFTAR PUSTAKA
– Keluarga Besar Bani-Faqieh Al-falah Biru Garut dalam bentuk tulisan dan lisan (Ibu R. Hj. Aisyah(Ma Icah), Alm. Drs K.R A.M. Suruur, R. Hj. Neneng, KH. R. Mamad, Drs K.R. Dede, DR. ENG. KH. R. Muchlis Badruzzaman, DEA, H. R. Sambas, DR. KH R. Ikyan Sibawaeh.
– Alm. Bapak KH. R. Imam Abdussalam, Bandung. Buku Sejarah tidak berjudul berisi: Sejarah Islam.
– Bapak KH. R. Aceng Aan, Garut, Mantan Perwira TNI (Nara Sumber pengambilan data Sisilah Bani-Faqieh Al-Falah Biru).
– Bapak Ahmad (usia 117 di tahun-2007), Al-Falah Biru, Cerita lisan sebagai saksi mata pada masa hidup Ama Biru (Raden Bagus Kyai Haji Muhammad Ro’i).
– Dr. H. Dadan Wildan, M. Muh, 2003. Sunan Gunung Djati Antara Fiksi dan Fakta, Pembumian Islam Dengan Pendekatan Struktural dan Kultural.
– H. Lawrens Rasyidi, 1995. Kisah dan Ajaran Wali Songo, Para Penyebar Agama Islam Ditanah Jawa.
– Bapak Ust Ateng murid Syaikuna Badruzzaman.
– Bapak Sersan Mayor H. Gholib (82 Tahun, Mantan Hizbulloh).
– Bapak H. Idi (93 Tahun, Mantan Hizbulloh).
– Bapak AIPDA Didi Maskadi (77 Tahun, Mantan Hizbulloh, dan Polisi Garut).
– Artikel Direktori Pesantren yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Agama Islam Jakarta – 2006
– Intelektualisme Pesantren, Potret Tokoh dan Cakrawala Pemikiran di Era Keemasan Pesantren, Editor : Mastuki HS dan M. Ishom El-Saha, Penerbit Diva Pustaka Jakarta, Cetakan Pertama Juni 2003
– Tarekat and tarekat teachers in Madurese society, Martin van Bruinessen, http://www.let.uu.nl/~martin.vanbruinessen/personal/publications/index.html
– Cerita-cerita lisan, tulisan dari murid-murid KH Badruzzaman

Visi Misi

Visi Misi Yayasan Pondok Pesantren Alfalah Biru
Visi:
Menghasilkan SDM tangguh dengan landasan ilmu agama, pengetahun, seni & budaya, teknologi dan kewirausahaan untuk meraih kehidupan mandiri dan kebahagiaan dunia akhirat.
Misi:
-Menyediakan Lembaga Pendidikan Kepesantrenan Salafiah(tauhid klasik dll).
-Menyediakan Lembaga Dakwah dan Kemasyarakatan.
-Menyediakan Pendidikan Ilmu Teknologi dan Terapan.
-Menyediakan Lembaga Riset Pengetahuan dan Teknologi.
-Menyediakan Lembaga Ilmu Kewirausahaan dan Terapan.
-Menyediakan Lembaga Ilmu Seni & budaya.
-Pengkajian ilmu agama, pengetahuan, Seni & Budaya, teknologi dan kewirausahaan secara mendalam dan terintegrasi antara satu sama lainnya.
Program Kerja
-Mendirikan Lembaga-Lembaga Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi, Formal dan Non Formal (TK, SD, SMP, SMA, D1, D3, S1, S2, S3, Kursus, Entreprener, Pesantren Dasar, Menengah & Tinggi, Dakwah, Seni & Budaya).
-Mendirikan Lembaga Pendidik Teknologi Komputer dan Industri.
-Mendirikan Lembaga Dakwah dan Kemasyarakatan.
-Mendirikan Lembaga Pengembangan Seni & Budaya.
-Mendirikan Lembaga Pengembangan Riset dan Teknologi.
-Mendirikan Lembaga Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan.
-Mendirikan Unit-Unit Usaha Mandiri Untuk Biaya Operasional Pengembangan Yayasan yang berkesinambungan.
-Menciptakan SDM yg siap pakai, siap terjun ke masyarakat, siap membina masyarakat, siap kerja, siap berwira usaha, siap bersaing.
-Menciptakan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, tangguh dan mandiri yang berguna bagi pribadi, keluarga, agama, bangsa dan negara.
-Membangun pondasi akhlak dan karakter mandiri sejak dini.
-Menjadikan dan Mengutamakan Keunggulan Untuk Setiap Prestasi Program Kerja.
-Menciptakan produk teknologi bernilai tinggi yang bermanfaat bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat.
-Mengembangkan riset dan teknologi yang belum dikembangkan di Indonesia.
-Menciptakan kaderisasi SDM yang berkesinambungan.
-Menciptakan dan mengembangkan seni & budaya luhur yang sesuai dengan syariat islam.
-Menciptakan produk ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai acuan bagi masyarakat dan pemerintah.
-Membangun perekonomian rakyat dengan memanfaatkan kondisi dan kemampuan setempat.
-Menciptakan dan riset untuk peluang lapangan dan pekerjaan baru.
-Bekerjasama dengan instansi-instansi diluar yayasan baik pemerintah atau swasta.
-Bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan penerima kerja baru.
-Mendirikan lembaga pelatihan ketrampilan komputer dan elektronik.
-Mendirikan bangunan asrama bagi siswa-siswi.

Kepesantrenan

Berdirinya Pesantren Biru dimulai tahun 1749 masehi oleh Embah Fakarudin dari Tanjung Singuru Samarang Garut. Adapun Al-Falah Biru berdiri sekitar tahun 1930 masehi sebagai perluasan dari pesantren Biru oleh KH. Asnawi Muhammad Faqieh dan dilanjutkan oleh anak cucunya sampai sekarang (2015).
Tokoh-tokoh pendahulu di pesantren Al-Falah Biru adalah KH. Asnawi Muhammad Faqieh beserta tiga putranya : Syakhuna Iming Bunyamin, Syaikhuna Badruzzaman, KHR. Bahrudin. Jumlah santri atau jamaah pengajian pada generasi pendahulu mencapai ribuan bahkan puluhan ribu dan sampai sekarang para santrinya masih melekat hubungannya dengan keluarga besar Al-Falah Biru yang tersebar di wilayah Jawa Barat (Garut, Bandung, Bekasi, Karawang, Banten, Tasikmalaya dll) dengan ikatan amalan Tarekat Tijaniyyah.
Para pengajar yang terlibat di generasi sekarang tidak hanya dari keluarga pendiri pesantren akan tetapi dipercayakan pula kepada para santri hasil didikannya yang terpilih dan telah menyelesikan jenjang pendidikannya selama 6 tahun dengan menyesuaikan pendidikan formal Tsanawiyah dan SMK.
Adapun para pengajar dari keluarga besar pesantren Al-falah Biru adalah : Ustadz Khoer, ustad Hanifah Mamun Budikafrawi, ustadz Asep Sofwan, Ustadz Hilmanudin, Ustadz Eden Salman, Ustadzah Ibu Hj. Omah Karomah, Ustadzah Sa’diah.
Para lulusan santri Al-Falah Biru ditargetkan mampu menguasai ilmu-ilmu dasar agama dan kitab-kitab kuning serta mampu menyampaikan ilmunya untuk diajarkan kembali kepada orang lain sehingga menjadikan bekal untuk terjun ke masyarakat sebagai pemuka agama atau penerus di kampungnya masing-masing.
Kegiatan kepesantrenan dimulai pukul 5 pagi setelah shalat subuh s/d pukul 10 malam dan disesuaikan bagi santri yang sekolah. Sampai saat ini jumlah santri keseluruhan sebanyak 350 orang.
Fasilitas yang tersedia adalah sbb:
– Tempat belajar dan penginapan santri yang tersebar di beberapa tempat disekitar kompleks pesantren.
– Sekolah Tsanawiyyah dan SMK Kimia Industri.
Alumni-alumni generasi pertama dan kedua kebanyakan dari para ulama yang sudah mempunyai santri ditemptnya masing dan tersebar di propinsi Jawa Barat dan sebagian di luar Jawa Barat seperti daerah Majenang Jawa Tengah.
Setelah generasi pertama dan kedua berakhir alumni-alumni berasal dari generasi muda yang mondok di pesantren.
Kyai yang memimpin pesantren pada generasi ketiga adalah : Alm. KH. Endeh, KH. Dadang Ridwan (Rancamaya), KH. Ahid, Alm. KH. Suruur (Pasirwangi), Alm. KH. Sya’ban, Alm. KH. Adang, Alm. KH. Enjang, Alm. KH. Hilal, Ustadzah Hj. Omah Mahromah.
Pada generasi keempat kegiatan pesantren dilanjutkan oleh para putra generasi ketiga seperti Ustadz Khoer, Ustadz Hanif dan Ustadz Asep Sofwan dibawah bimbingan KH. DR. Muchlis Badruzzaman.

SMK Plus Teknologi

SMK Kimia Analis dan Industri Alfalah Biru didirikan atas prakarsa KH. DR. Muchlis Badruzzaman lulusan Universitas Jerman dan Prancis jurusan Nuklir, sehingga berdirilah sekolah ini pada tahun 2003, beliau adalah pensiunan staf ahli BATAN Serpong Tangerang dan staf ahli bidang teknologi di pemerintahan Garut.
SMK Kimia Analis adalah satu-satunya lembaga pendidikan khusus yang ada di kabupaten Garut yang berlokasi di Kompleks Pesantren Al-Falah Biru dan sampai sekarang lulusannya telah bekerja di perusahaan-perusahaan bergengsi seperti perusahaan Jerman dan Jepang.
Siswa-siswi didikan SMK Plus Al-Falah Biru telah memberikan kepuasan dari berbagai perusahaan instansi pemerintahan dan swasta baik lokal dan asing sehingga setiap PKL (Praktek Kerja Lapangan) kualitas hasil kerjanya mengikat bagi para pemilik perusahaan untuk memperkerjakan diperusahaanya. SMK Plus Al-Falah Biru telah meluluskan sembilan angkatan dan sampai sekarang setiap angkatan telah diterima bekerja di perusahaan-perusahaan industri kimia dan manufaktur.
Lulusan pendidikan ahli kimia mempunyai masa depan yang cerah karena masih jarangnya lembaga pendidikan tersebut dan sulitnya mendirikan lembaga ini karena diperlukan pengelola yang ahli dan pemahaman yang mendalam serta bahan-bahan dan peralatan prakteknya pun sulit didapatkan dan mahal harganya disamping itu resikonya sangat tinggi karena berhubungan dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya. Pada saat ini industri-industri di Indonesia masih banyak kekurangan tenaga ahli dibidang kimia industri karena lulusan dan lembaga pendidikan sangat sedikit di Jawa Barat saja hanya ada beberapa lembaga pendidikan semacam ini, di Bandung dan Garut baru berdiri satu saja berbeda dengan SMK jurusan umum yang jumlahnya bisa ribuan sekolah.
Setelah berdiri 12 tahun (2003-2015) SMK Plus Al-Falah telah mempunyai tiga jurusan : Kimia Industri, Tekhnik Management Produksi, Kimia Analis. Jurusan Kimia Industri sudah mendapatkan akreditasi dari DEPDIKNAS sedangkan dua jurusan lainnya masih baru didirikan.
Siswa/siswi SMK Plus Al-Falah Biru saat ini sebanyak 250 murid, fasilitas sekolah ada dua laboratorium kimia, khusus untuk wanita 1 laboratorium dan laki-laki 1 laboratorium serta 1 laboratorium komputer yang dipakai bersama.
Untuk memperlancar proses belajar mengajar, SMK Kimia Analis Al-Falah Biru sejak awal telah menjalin hubungan kerjasama dengan para senior-senior dari PUSPIPTEK Serpong untuk mensupport baik bahan ajar ataupun perlengkapan laboratoriun yang dibutuhkan.
Untuk memfasilitasi siswa/siswi SMK baik untuk PKL(Praktek Kerja Lapangan) ataupun penyaluran kerja pihak pengelola telah bekerja sama dengan puluhan instansi pemerintah dan perusahan swasta diantaranya : Unpad, LIPI, BPPT, Pertamina, PLN (Indonesia Power), Batan, Unilever, Perusahaan asing (Jerman, Jepang) dll.
Para lulusan SMK Kimia Al-Falah Biru sampai sekarang sudah banyak yang bekerja di perusahaan-perusahaan industri baik swasta ataupun asing.
Para siswa SMK Kimia Al-Falah Biru tidak hanya melulu dijejali dengan ilmu kimia saja akan tetapi diberi pelajaran agama sambil nyantri di pondok pesantren Al-Falah Biru.
Biaya pendidikan SMK Kimia Al-Falah Biru sangat terjangkau uang pendaftaran dikenakan biaya 1 juta dan uang bulanan 60 ribu, apabila ditempat lain bisa 8 jutaan dengan biaya bulanan 100-300 ribu rupiah.
Kegiatan sehari-hari untuk kelas 1 diberikan pelajaran teori dasar kimia industri, kelas 2 praktek produksi dan kelas 3 kerja praktek ke perusahaan-perusahaan industri dan persiapan latihan kerja.
SMK Kimia Al-Falah Biru telah banyak menghasilkan karya-karya hasil praktikumnya antara lai: Sabun, deterjen, minyak bayi, bio gas, bio desel, bio etanol, kultur jaringan (pembuatan benih jamur, wortel, anggrek).
Karya karya SMK Al-Falah Biru :
– Bio Gas, Bio etanol.

Kerjasama Teknologi

Untuk memperlancar proses belajar mengajar, SMK Kimia Analis Al-Falah Biru sejak awal telah menjalin hubungan kerjasama dengan para senior-senior dari PUSPIPTEK Serpong untuk mensupport baik bahan ajar ataupun perlengkapan laboratoriun yang dibutuhkan.
Untuk memfasilitasi siswa/siswi SMK baik untuk PKL(Praktek Kerja Lapangan) ataupun penyaluran kerja pihak pengelola telah bekerja sama dengan puluhan instansi pemerintah dan perusahan swasta diantaranya : Unpad, LIPI, BPPT, Pertamina, PLN (Indonesia Power), Batan, Unilever, Perusahaan asing (Jerman, Jepang) dll.
Para lulusan SMK Kimia Al-Falah Biru sampai sekarang sudah banyak yang bekerja di perusahaan-perusahaan industri baik swasta ataupun asing.
Foto-foto kunjungan PUSPIPTEK ke Al-Falah:

Unit Bisnis

Pengembangan unit bisnis adalah merupakan bagian visi dan misi dari proyek pengembangan di Al-Falah Biru yang berfungsi untuk menopang dan memperkokoh keberlangsungan baik lembaga pendidikan yang sudah ada ataupun pengembangan yang lebih baik lagi.
Dengan adanya unit bisnis ini pengelola pesantren dapat membuka lapangan kerja sekaligus memberikan wawasan kewirausahaan bagi santri yang telah menyelesaikan jenjang pendidikannya baik dari lulusan pendidikan formal ataupun non formal di pesantren Al-Falah Biru.
Pada saat ini unit usaha yang sudah terbentuk adalah dibidang jual beli handphone beserta aksesoris dan servisnya sekaligus, cabang outlet yang sudah ada sebanyak 10 cabang diseluruh Indonesia (Garut, Bandung, Kalimantan, Surabaya dll). Karyawan diperusahaan ini 95 persen berasal dari santri yang sudah lulus dan sampai sekarang para santri tersbut sudah ada yang mampu mengelola usahanya secara mandiri tanpa tergantung pada perusahaan pesantren.
Gagasan unit bisnis hanphone ini diprakarsai oleh Ustadz Drs. H. Undang Wasil dan Ustadz Ruslan Behaqi.

Kesufian

Kesufian, hal-hal yang berhungan dengan ilmu tasawwuf, ilmu mendekatkan diri kepada tuhan atau pendalaman ilmu tauhid yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai ruh dasar bagi keberadaan pesantren Al-Falah Biru dari sejak awal berdirinya hingga saat ini.
Pada bidang ketasawwufan tokoh pesantren Biru pada mulanya mengikuti amalan tarekat Qodariah yang disandarkan kepada amalan dari Syekh Abdul Qodir Aljaelani kemudian setelah generasi selanjutnya pada tahun 1935 berganti mengikuti Ajaran Tarekat Attijni yang di pimpin oleh Syaikhuna Badruzzaman setelah melewati perjalanan panjang untuk meyakinkan amalan ini.
Sampai sekarang ajaran Tarekat Tijani (Syekh Ahmad bin Muhammad Attijani) di Jawa Barat merupakan tarekat paling pesat perkembangannya dibandingkan dengan propinsi yang lain, bahkan di daerah Garut sudah mencapai puluhan ribu pengikutnya, hari demi hari masyarakat berdatangan kepada muqoddam untuk minta di izajahi (red) agar diperbolehkan mengikuti amalan wirid dari Tarekat Tijani ini.
Tidak hanya sekarang tarekat Tijani ini jadi magnet perjuangan melawan penjajah di masa revolusi dulu, para pemuda diajak berjuang sambil mengamalkan tarekat ini datang berduyun-duyun ke pesantren Al-Falah Biru untuk melawan para penjajah di Indonesia. Para pemuda dilatih perang, dilatih berkholwat untuk mempersiapkan perang melawan penjajah dan alhamdulillah Hizbulloh pimpinan Syaikhuna Badruzzaman bisa membuat kabur para penjajah, hanya satu atau dua orang saja yang menjadi syahid dari seluruh pasukan yang diberangkatkan ke Bandung pada tahun 1949.
Amalan tarekat tijani diamalkan setiap hari secara kontinyu, pagi, petang, malam, setiap Jumat secara berjamaah (Wirid Lazimah, Wadhifah, Haelalah). Jumlah jamaah Garut sekitar 30 ribu orang.
Tokoh Tokoh Tarekat Tijani Pesantren Al-Falah.
Alm. KH. Momod
KH. Dadang Badruzzaman
Alm. KH. Endeh Hidayat
Alm. KH. Engking Subankir
Alm. KH. Muhammad Suruur
Alm. KH. Sya’ban
Alm. KH. Muhammad
Alm. KH. Adang Saepudin
KH. Ahid
KH. Abuy Bunyamin
KH. Khobir
KH. Mukhlis Badruzzaman
KH. Ikyan Sibaweh
Kegiatan wirid berjamaah rutin:
– Ijtima diadakan setiap bulan disetiap kampung secara bergantian.
– Idul Khotmi diadakan setiap tahun sekali diseluruh Indonesia secara bergantian, tahun ini diadakan di Garut yang ke 223 tepatnya tanggal 27 Nopember 2015, jamaah yang kumpul ratusan ribu dari seluruh Indonesia.

Kegiatan Pesantren

Kegiatan-kegiatan rutinitas di pondok pesantren Al-Falah Biru adalah sbb:
– Kegiatan belajar mengajar dari sehabis shalat subuh sampai pukul 10 malam, diselang waktu belajar mengajar di sekolah dari pukul 7 pagi sampai menjelang ashar.
– Bahsul masail yaitu diskusi masalah-masalah agama dengan melibatkan para kyai-kyai dari pesantren lain.
– Latihan berpidato atau ceramah bagi santri setiap minggu.
– Cerdas cermat untuk menguji kemampuan para santri.
– Hafalan Al-Qur’an
– Hafalan kitab kuning.
– Wirid dan dzikir bersama setiap hari Jum’at sehabis shalat ashar sampai magrib.

Kepengurusan

Lembaga pendikan Al-Falah Biru berada dibawah Yayasan Lembaga Pengembangan Pendikan Pesantren Al-Falah Biru yang dipimpin oleh KH. DR. Muchlis Badruzzaman.

Struktur Organisasi Yayasan Al-Falah Biru adalah sbb:
DEWAN PEMBINA
Ketua
KH. Dadang Ridwan
Anggota
KH. DR. Muchlis Badruzzaman
KH. DR. Ikyan Sibawaih
PENGAWAS
Drs. Miftah MBA
PENGURUS
Ketua Yayasan :
KH. DR. Muchlis Badruzzaman
Sekretaris :
Ust. Eden Salman, SE
Bendahara :
Ust. Ruslan Baehaqi, SE
DEPARTEMEN-DEPARTEMEN
Kepala Departemen Pendidikan
Ust. Hanifah Ma’mun Budikafrawi
Kepala Departemen Pengembangan & Pembangunan
Bapak Muad
Kepala Departemen Dakwah & Sosial
Ust. Asep Sofwan
DIVISI
Divisi DIKTI
Ustdh. Rahma, ST
Divisi DIKDASMEN
Aceng Tajul Arifin, ST
Divisi Pesantren
Ust. Khoer
KEPALA SEKOLAH
Kepala Sekolah PAUD
Ustdh. Ucu Konaah, SAG
Kepala Sekolah TK
Jujan, SAG
Kepala Sekolah Ibtidaiyah
Ade Ahmad, SE
Kepala Sekolah Tsanawiyah
Ust. Hanifah Ma’mun Budikafrawi
Kepala Sekolah SMK
Ust. Eden Salman, SE

Alumni

Alumni-alumni pesantren generasi pertama dan kedua kebanyakan dari para ulama yang sudah mempunyai santri ditemptnya masing dan tersebar di propinsi Jawa Barat dan sebagian di luar Jawa Barat seperti daerah Majenang Jawa Tengah.
Pada generasi ketiga alumni-alumni pesantren berasal dari generasi muda yang mondok di pesantren. Pada generasi ini selain dibekali ilmu agama para santri pun diberi kesempatan untuk bekerja di perusahaan yang dikelola oleh pesantren serta nantinya akan diarahkan mampu mengelola perusahaan secara mandiri setelah bekerja 5 tahun.
Adapun alumni dari SMK Kimia Analis Al-Falah Biru sampai saat ini sudah mengeluarkan 9 angkatan dan banyak diantaranya yang sudah bekerja di perusahaan-perusahaan bergengsi seperti perusahaan Jerman dan Jepang.

Profile

KH. DR. Muchlis Badruzzaman

Tempat/Tanggal Lahir : Garut,02-09-1945
Alamat : Komplek Pesantren Al-Falah Biru Desa Mekargalih Kecamatan
Tarogong Kidul Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat.
Agama : Islam
Status: Menikah dengan Hj. Cucu Habibah BA, binti KH. Ruhiat, Pendiri
Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya.
Pekerjaan :
1. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Biru-Garut
2. Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Tenaga Nuklir
Nasional (BATAN) tahun 2005.
Pendidikan Formal:
1. Sekolah Rakyat 6 tahun di Padalarang dan Garut (1953-1958)
2. Sekolah Menengah Pertama di Garut (1958-1961)
3. Sekolah Analis Kimia Departemen Kesehatan RI di Bandung
(1961-1965)
4. Strata 1 (S1) : ITB (1975). Bidang Kimia
5. Strata 2 (S2) : Institut National Polytechnique De GRENOBLE
(INPG) GRENOBLE Prancis (1980). Bidang Kimia Fisika
Mineral (1980)
6. Strata 3 (S3) : INP de GRENOBLE Prancis Bidang
Teknologi Material Nuklir (1982).
Pendidikan Non Formal:
1. Teknologi Metalurgi Nuklir di Centre Etude Nucleaire de
Grenoble (CENG) Grenoble Prancis (1981)
2. Teknologi dan Disain Elemen Bakar Nuklir,KFK Karlsruhe Jerman (1987).
3. Berbagai Pelatihan Teknis – Administrative dan Perluasan Wawasan Guna Menunjang Kelancaran Tugas Keteknikan dan Managerial pada Berbagai Jabatan Struktural dan Fungsional dilingkungan Badan Tenaga Nuklir Nasional,
diantaranya : Penataran P-4 tingkat lanjut, manajemen proyek dan Analisis jabatan (1989-1992).

Tentang Kami

Yayasan Lembaga Pengembangan Pendikan Pesantren Al-Falah Biru
Alamat: Dese Mekargalih
Kecamatan: Tarogong Kidul Tarogong Kidul
Kabupaten: Kab. Garut
Provinsi: JAWA BARAT
Negara: Indonesia
Kontak:
Ruslan Baehaqi
HP: 0812-21790758
BB: 2A121830
Email: alfalahbiru@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>