Kesufian

Kesufian

Kesufian, hal-hal yang berhungan dengan ilmu tasawwuf, ilmu mendekatkan diri kepada tuhan atau pendalaman ilmu tauhid yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai ruh dasar bagi keberadaan pesantren Al-Falah Biru dari sejak awal berdirinya hingga saat ini.

Pada bidang ketasawwufan tokoh pesantren Biru pada mulanya mengikuti amalan tarekat Qodariah yang disandarkan kepada amalan dari Syekh Abdul Qodir Aljaelani kemudian setelah generasi selanjutnya pada tahun 1935 berganti mengikuti Ajaran Tarekat Attijni yang di pimpin oleh Syaikhuna Badruzzaman setelah melewati perjalanan panjang untuk meyakinkan amalan ini.

Sampai sekarang ajaran Tarekat Tijani (Syekh Ahmad bin Muhammad Attijani) di Jawa Barat merupakan tarekat paling pesat perkembangannya dibandingkan dengan propinsi yang lain, bahkan di daerah Garut sudah mencapai puluhan ribu pengikutnya, hari demi hari masyarakat berdatangan kepada muqoddam untuk minta di izajahi (red) agar diperbolehkan mengikuti amalan wirid dari Tarekat Tijani ini.

Tidak hanya sekarang tarekat Tijani ini jadi magnet perjuangan melawan penjajah di masa revolusi dulu, para pemuda diajak berjuang sambil mengamalkan tarekat ini datang berduyun-duyun ke pesantren Al-Falah Biru untuk melawan para penjajah di Indonesia. Para pemuda dilatih perang, dilatih berkholwat untuk mempersiapkan perang melawan penjajah dan alhamdulillah Hizbulloh pimpinan Syaikhuna Badruzzaman bisa membuat kabur para penjajah, hanya satu atau dua orang saja yang menjadi syahid dari seluruh pasukan yang diberangkatkan ke Bandung pada tahun 1949.

Amalan tarekat tijani diamalkan setiap hari secara kontinyu, pagi, petang, malam, setiap Jumat secara berjamaah (Wirid Lazimah, Wadhifah, Haelalah). Jumlah jamaah Garut sekitar 30 ribu orang yang dipimpin oleh anak cucu Syaikhuna Badruzzaman yang tersebar dibeberapa tempat seperti Alfalah Biru Oleh KH. DR. Muchlis Badruzzaman, Zawiyyah Samarang oleh KH. DR. Ikyan Sibaweh, Rancamaya oleh KH. Dadang Ridwan, Samarang oleh KH. Drs. Abuy Bunyamin, Bayongbong oleh KH. Yusuf, Bongkor oleh KH. Drs. Dang Faturahman, Tarogong oleh KH. Maman, Pasirwangi oleh KH. Drs. Asep Burhanudin dan masih banyak lagi kantong-kantong jamaah Tarekat Tijaniyyah di kabupaten Garut.

Tokoh Tokoh Tarekat Tijani Pesantren Al-Falah.

Alm. KH. Momod
KH. Dadang Badruzzaman
Alm. KH. Endeh Hidayat
Alm. KH. Engking Subankir
Alm. KH. Muhammad Suruur
Alm. KH. Sya’ban
Alm. KH. Muhammad
Alm. KH. Adang Saepudin
KH. Ahid
KH. Abuy Bunyamin
KH. Khobir
KH. Mukhlis Badruzzaman
KH. Ikyan Sibaweh

Kegiatan wirid berjamaah rutin:

– Ijtima diadakan setiap bulan disetiap kampung secara bergantian.
– Idul Khotmi diadakan setiap tahun sekali diseluruh Indonesia secara bergantian, tahun ini diadakan di Garut yang ke 223 tepatnya tanggal 27 Nopember 2015, jamaah yang kumpul ratusan ribu dari seluruh Indonesia.

Jamaah Tarekat Tijani:
Idul Khotmi ke 223 dari 27 – 29 Nopember 2015 di Garut (Alfalah Biru dan Zawiyyah)
Acara di hadiri oleh pimpinan-pimpinan tarerkat tijani dari seluruh Indonesia dan undangan-undangan dari luar negri seperti Al-Jazair, India, Malaysia, Maroko dll.

SUFI1-IMG_20151129_095730
SUFI2-IMG_20151129_095032
SUFI3-IMG_20151127_155019
SUFI4-IMG_20151127_164223
SUFI10-IMG_20151128_163239
SUFI5-IMG_20151128_163239
SUFI6-IMG_20151127_161809
SUFI7-IMG_20151127_161722
SUFI8-IMG_20151127_161917
sufi-11-IMG_20151128_165831

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>